Selasa, 16 September 2008

definisi, sejarah dan fungsi psikodiagnostik

Definisi
Pengantar

Pada awalnya pemeriksaan psikologi (diagnostik psikologis) digunakan untuk memecahkan persoalan- persoalan praktis, baik pada individu, kelompok, institusi atau bidang- bidang sosial. Sektor- sektor tersebut, menjadi penyebab terdiferensiasinya bidang penerapan psikodiagnostik. Perkembangan berikutnya, diferensiasi juga terjadi pada obyek material dan obyek formal, hal ini beriringan dengan perubahan keorganisasian keilmuan psikologi. Semula terdapat 4 bidang penerapan: Umum & Experimen, Perkembangan, Sosial, dan Klinis. Berikutnya menjadi berkembang sesuai dengan minat, yaitu ; Psikologi klinis dan kesehatan, Psikologi pendidikan, Psikologi organisasi, Psikologi vocational, Neurological psikologi, Perkembangan, Sosial, Klinis

Psikodiagnostik adalah studi ilmiah tentang berbagai metode untuk membuat diagnosis psikologis, dalam tujuan supaya dapat memperlakukan manusia dengan lebih tepat

Penggunaan istilah psikodiagnostik secara eksplisit muncul ketika Hermann Rorschach menerbitkan hasil penelitian dengan metode Rorschach dalam lapangan psikiatri dengan judul psikodiagnostik. Psikodiagnostik adalah metode yang digunakan untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis, dengan tujuan untuk dapat memberikan pertolongan secara tepat dan akurat.

Psikodiagnnostik dipengaruhi oleh perkembangan dalam psikometri dan oleh pertumbuhan pengetahuan pada subdisiplin/ cabang ilmu psikologi. Psikodiagnostik berisi/ terdiri atas empat komponen. Setiap komponen terdiri atas tiga peringkat pengetahuan diagnostik. Empat Komponen tersebut adalah;

1. the information gathering, pada dasarnya sebelum memberikan suatu intervensi, diperlukan adanya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan studi pustaka, dengan tujuan membuat hipotesis atau modal untuk merumuskan suatu masalah yang sedang dihadapi, yang akan digunakan pada langkah selanjutnya.
2. The understanding of the information, setelah mengumpulkan informasi sebanyak- banyaknya, informasi tersebut perlu dipahami sedemikian hingga, dan tercipta atau ditemukannya suatu pokok permasalahan untuk dapat melakukan pengujian hipotesis.
3. The integration of the information, setelah dilakukan pengujian hipotesis perlu adanya penarikan kesimpulan yang menentukan intervensi apa yang sesuai untuk klien yang membutuhkan. jika masih didapati kesalahan pada hipotesa, atau hipotesa tidak terbukti, maka siklus harus terjadi. langkah yang harus diambil adalah kembali pada pengumpulan data selanjutnya guna menciptakan suatu hipotesa yang dapat terbukti atau benar adanya, maka dapat menentukan intervensi yang dapat kita berikan pada klien.
4. The intervention to solve the problem, pada dasarnya hanya memberikan suatu saran yang berguna demi perbaikan klien. setelah diberikan intervensi, untuk mengontrol bahwasanya intervensi tepat pada sasaran maka diperlukan adanya evaluasi. sehingga jika intervensi yang telah diberikan namun tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan siklus seperti pada tahap ketiga.

Tiga Peringkat Pengetahuan Diagnostik

I. Implicit / common sense theories, yang bisa diartikan Pengetahuan praktis / umum

II. Psychological theoritical concepts, atau Pengetahuan dasar psikologi yang diambil dari pengetahuan awam yang dibuat menjadi ilmu

III. Mathematical Modelling, Model matematika dari fenomena penting dalam psikodiagnostik

Sejarah

Awal mula kajian ini telah dipraktekan oleh negara cina sejak sebelum dinasti Han. Saat itu diadakan seleksi oleh jenderal cina untuk menguji rakyat sipil yang berkeinginan menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan manajerial.

Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 SM- 200 M), namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. Meskipun diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer perancis dan Inggris. Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 % sampai dengan 7 % yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang kompleks. Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif

Tokoh yang menjadi salah satu perintis Psikodiagnostik adalah seorang dokter dari spanyol yang bernama Huarts ( abad 16 ), kala itu beliau mencoba memilah anak berbakat. Kemudian tokoh berikutnya adalah Gall ( 1758- 1822 ), yang mencoba mengukur tengkorak atau prhenology untuk mengukur tingkat kepandaian seseorang. Selain itu, berpikiran mengenai kemungkinan mengukur intelegensi dari kemampuannya di sekolah
Kemudian PD modern makin berkembang pada abad ke- 19, hal ini menjadi benar karena mulai muncul teori. Hal ini dipelopori oleh Galton yang merupakan orang pertama yang mengembangkan tes dengan tujuan utama practical problem. Dengan mendemonstrasikan mengukur kemampuan berpikir secara obyektif. Galton yang mendemonstrasikan mengukur kapasitas mental secara objektif
à 9000 subjek dari usia 5 – 80 tahun à father of psychometric.

Beliau tertarik pada teori Darwin dengan memfokuskan pada karakteristik individu. Karakteristik manusia yang merupakan mental capacity. Mental capacity diukur menggunakan suatu konsep waktu dan usia.

Tokoh selanjutnya adalah Wundt. Beliau merupakan psikolog pertama yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya mengukur kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan Cattel ( 1890 ) menemukan tes mental pertama kali. Yang memfokuskan pada tidak dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan Cattel ini hampir sama dengan temuan Galton.

Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Alfred Binet. Selain kontribusi nyata pribadi beliau dengan menciptakan tes intelegensi, beliau juga bekerja sama dengan Simon ( 1904 ) untuk membuat instrumen pengukur intelegensi dengan skala pengukuran level umum pada soal- soal mengenai kehidupan sehari- hari. Perkembangan selanjutnya dua tokoh ini mengembangkan penggunaan tes intelegensi dengan tiga puluh items berfungsi mengidentifikasikan kemampuan sekolah anak. Tahun 1912, Stres membagi mental age dengan cronological age sehingga muncul konsep IQ.

Tokoh selnjutnya yang cukup berperan adalah Spearman dan Persun, dengan menemukan perhitungan korelasi statistik. Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional yang dibuat di Amerika Serikat berjudul “Standards for Psychological and Educational Test” yang digunakan sampai sekarang. Kini tes psikologi semakin mudah, praktis, dan matematis dengan berbagai macam variasinya namun tanpa meninggalkan pedoman klasiknya. Psikodiagnostik adalah sejarah utama dari tes psikologi atau yang juga disebut psikometri.

Kini, tes psikologi berisi satu set model matematis dengan satu atau beberapa item pertanyaan terhadap subyek penelitian. Selain itu tes itu juga dapat menggolongkan manusia berdasarkan karakteristiknya.

Wertheimer (1975): sejarah psikodiagnostik perlu didiskusikan karena memiliki fungsi :

1. Hal ini baik untuk perkembangan individu karena menempatkan fenomena yang berbeda dalam satu perspektif.

2. Menunjukkan perbedaan aktivitas profesional dan hubungan psikodiagnostik dari waktu ke waktu.

3. Adanya peringatan bahwa psikodiagnostik tidak dimulai dengan prosedur yang tua dan tidak sukses, tetapi ada instrumen dan teorinya.

Penggunaan istilah psikodiagnostik secara eksplisit muncul ketika Hermann Rorschach menerbitkan hasil penelitian dengan metode Rorschach dalam lapangan psikiatri. Dalam perkembangannya, kebutuhan untuk membuat diagnosis secara psikologis, tidak saja dalam lapangan Klinis, sehingga perkembangan psikodiagnosis semakin luas. Psikodiagnostik memiliki kedudukan sentral karena merupakan alat utama bagi psikolog dalam melakukan tugas prakteknya. Kebutuhan untuk membuat diagnosis timbul dalam berbagai bidang karena manusia memegang peran penting di seluruh kehidupan.

Fungsi

  1. Metode- motode yang digunakan untuk menetapkan kelainan- kelainan psikis. Dengan tujuan untuk dapat memberikan pertolongan secara tepat dan akurat.
  2. Sebagai metode membuat diagnosa psikologis, dalam tujuan supaya dapat memperlakukan manusia dengan lebih tepat. ( merujuk pada keunikan individu )
  3. Sebagai salah satu modal penting yang harus dimiliki psikolog, dalam upaya pelayanan terhadap klien.
  4. Menunjukan bahwa psikologi merupakan salah satu kajian ilmu yang sistematis, dengan reliable dan validitasnya.

2 komentar:

Ibnu Habban mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ibnu Habban mengatakan...

terima kasih, artikelnya sangat membantu. ^_^

Mengenai Saya

Foto Saya
Surabaya, JATIM, Indonesia
Aq cuma mw belajar n belajar.... klo da yg menurut temen2 da yg kurang,,,tolong beri tw ya!!!!!